Mom,, i love u…

Selasa, 28 januari 2014

Hi sobat kembali akan kuceritakan sebuah kisah yang aku alami beberapa tahun yang lalu yang aku alami di metro 75.

Yaa.. Entah kenapa tiap aku naik metro 75 selalu saja ada pengalaman baru yang sangat berarti buatku.

Dan inilah kisahnya..
Dinihari itu metro 75 masih sepi, tak banyak penumpang yang naik. Ak naik dari blok S, bersamaku naik pula seorang nenek tua yang kelihatan hendak belanja ke pasarminggu. Saat dia mau naik langsung saja aku bantu dia tuk naik terlebih dulu. Lirih dia ucapkan terima kasih padaku. Aku pun hanya bisa tersenyum. Sang nenek memilih duduk di samping ibu 1/2 baya yang juga kelihatannya mau ke pasarminggu. Dan aku pun memilih duduk di samping berseberangan dengan beliau.

Terjadilah percakapan antara 2 wanita ini.

Si ibu 1/2 baya bertanya, ” udah seusia ini masih belanja aja bu. Anak-anaknya mana kok nggak ada yang nganterin?” tanya si ibu.
Jwb si nenek,” kalo aku nggak begini ya ndak bisa makan “.
” lho, emang nggak punya anak ya bu ” tanya si ibu lagi.
” anak saya 5 orang tapi semua sibuk dengan urusannya masing-masing, dan nggak ada satupun yang mau ngerti sama ibunya ini..” keluh si nenek.
” Kenapa nggak ikut sama salah satu anaknya aja bu…” kejar si ibu.
” Gimana mau ikut orang bagi mereka itu saya hanyalah beban saja. Malah ada yang mau menitipkan saya ke panti jompo karena tidak mau ngurusin saya, ibunya ” jwb si nenek.
” astagfirullah…” ucapku dalam hati demi mendengar kisah si nenek.
Si nenek melanjutkan,” jujur ya nak, ibu ini tidak pernah mengharapkan apapun dari anak-anak ibu. Asal mereka sukses dan dapat hidup kecukupan itu sudah sangat membahagiakan bagi ibu. Ibu cuma berharap di usia tua ini ada anak ibu yg mau merawat ibu. Tapi yaa…beginilah nasib ibu. Ibu tidak menyalahkan mereka. Semua ini pasti salah ibu yang tidak bisa mendidik mereka dengan benar. Ibu cuma bisa berdoa semoga suatu saat Allah akan membukakan hati mereka untuk bisa menerima ibu “.

Subhanallah, sungguh mulia hati ibu tua ini.

Dan akupun jadi teringat ibuku, sama seperti si nenek beliau tak pernah mengharapkan sesuatu dari anak-anaknya. Asal kami anak-anaknya bisa hidup dengan bahagia itu sudah lebih dari cukup buat ibu. Sangat jarang ibu meminta sesuatu dari kami, anak-anaknya. Kalaupun sampai beliau meminta sesuatu pasti ada kata-kata tambahannya, “…kalau kamu nggak ada juga ngga apa-apa. Jangan sampai permintaan ibu ini memberatkan kamu…”.
Ibu, terima kasih atas semua yang telah engkau berikan buat kami. Sungguh, kami akan selalu menjaga dan berusaha untuk bisa membahagiakanmu. Tak sedetik pun kami akan melupakan engkau. Setiap kata-katamu akan kami bungkus dengan tilam dan kami letakkan di atas nampan pualam.

Ibu, i love u… We love u…

About satryko

family and friendship are the most important things in this world, for me.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s